| Siapakah Abdul Qadir Al-Jailani?
Jum'at, 19-Desember-2008, Penulis: Al-Ustadz Abu Faizah Abdul Qadir
Tahukah anda siapa itu Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani? Ya,
semua orang tahu siapa itu Abdul Qadir Jailani. Mulai dari anak-anak
kecil sampai orang-orang tua pun tahu tentang Abdul Qadir Jailani,
sampai para tukang becak pun tahu akan siapa tokoh ini. Sampai-sampai
jika ada orang yang bernama Abdul Qadir, maka orang akan mudah
menghafal namanya disebabkan namanya ada kesamaan dengan nama Abdul
Qadir Jailani. Yang jelas, selama orangnya muslim, pasti tahu siapa itu
Abdul Qadir Jailany. Ya minimal namanya. Jika nama Abdul Qadir
disebut atau didengarkan oleh sebagian orang, niscaya akan terbayang
suatu hal berupa kesholehan, dan segala karomah, serta keajaiban yang
dimiliki oleh beliau menurut mereka.Orang-orang tersebut akan
membayangkan Abdul Qadir Jailani itu bisa terbang di atas udara,
berjalan di atas laut tanpa menggunakan seseuatu apapun, mengatur
cuaca, mengembalikan ruh ke jasad orang, mengeluarkan uang di balik
jubahnya, menolong perahu yang akan tenggelam, menghidupkan orang mati
dan lain sebagainya. Apakah semua itu betul, ataukah semua itu hanyalah karangan dan kedustaan dari para qashshash (pendongeng) yang bodoh? Berikut sedikit keterangan mengenai siapakah Abdul Qadir Al-Jailani.
(Nama lengkap beliau) Seorang
ahli sejarah Islam, Ibnul Imad menyebutkan tentang nama dan masa hidup
Syaikh Abdul Qadir Al-Jailany: “Pada tahun 561 H hiduplah Asy-Syaikh
Abdul Qadir bin Abi Sholeh bin Janaky Dausat bin Abi Abdillah Abdullah
bin Yahya bin Muhammad bin Dawud bin Musa bin Abdullah bin Musa Al-Huzy
bin Abdullah Al-Himsh bin Al-Hasan bin Al-Mutsanna bin Al-Hasan bin Ali
bin Abi Tholib Al-Jailany”. (Lihat Syadzarat Adz-Dzahab (4/198) oleh
Ibnul Imad Al-Hanbaly)
(Tempat kelahiran beliau) Asy-Syaikh
Abdul Qadir Al-Jailany adalah salah seorang ulama ahlusunnah yang
berasal dari negeri Jailan. Kepada negeri inilah beliau dinasabkan
sehingga disebut “Al-Jailany”, artinya seorang yang berasal dari negeri
Jailan.Jailan merupakan nama bagi beberapa daerah yang terletak di
belakang Negeri Thobaristan. Tidak ada satu kota pun terdapat di negeri
Jailan kecuali ia hanya merupakan bentuk perkampungan yang terletak
pada daerah tropis di sekitar pegunungan. (Lihat Mu’jam Al-Buldan
(4/13-16) Oleh Abu Abdillah Yaqut bin Abdillah Al-Hamawy)
(Komentar para ulama tentang beliau) Para
ulama memberikan pujian kepada Syaikh Abdul Qadir Al-Jailany. Ibnu
Rajab rahimahullah berkata, “Syaikh Abdul Qadir Al-Jailany termasuk
orang yang berpegang-teguh dengan sunnah dalam masalah-masalah yang
berkaitan dengan sifat-sifat Allah, Qodar, dan semisalnya,
bersungguh-sungguh dalam membantah orang yang menyelisihi perkara
tersebut. Syaikh Abdul Qadir Al-Jailany berkata dalam kitabnya
Al-Ghun-yah yang masyhur: [Allah berada di bagian atas langit,
bersemayam di atas Arsy, menguasai kerajaan, ilmu-Nya meliputi segala
sesuatu, kepada-Nya lah naik kata-kata yang baik dan amalan sholeh
diangkatnya. Dia mengatur segala urusan dari langit ke bumi, lalu
urusan itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang sama dengan
seribu tahun menurut perhitungan kalian.Tidak boleh Allah disifatkan
bahwa Dia ada di segala tempat. Bahkan Dia di atas langit, di atas Arsy
sebagaimana Allah berfirman, "Ar-Rahman (Allah) tinggi di atas Arsy". Kitab
Al-Ghun-yah di atas, judul lengkapnya adalah: "Ghun-yah Ath-Tholibin"
sebagaimana yang disebutkan oleh Al-Azhim Abadi dalam Aunul Ma'bud
(3/300), dan Al-Mubarakfury dalam Tuhfah Al-Ahwadzi (7/430) Imam
Muwaffaquddin Ibnu Qudamah berkata, "Kami masuk Baghdad tahun 561 H.
Ternyata Syaikh Abdul Qadir termasuk orang yang mencapai puncak
kepemimpinan dalam ilmu , harta, fatwa dan amal disana. Penuntut ilmu
tidak perlu lagi menuju kepada yang lainnya karena banyaknya ilmu,
kesabaran terhadap penuntut ilmu, dan kelapangan dada pada diri beliau.
Orangnya berpandangan jauh. Beliau telah mengumpulkan sifat-sifat yang
bagus, dan keadaan yang agung. Saya tak melihat ada orang yang seperti
beliau setelahnya.” (Lihat Dzail Thobaqot Hanabilah (1/293) karya Ibnu
Rajab.)
(Kehebatan-kehebartan yang dinisbatkan kepada beliau) Adapun
khurafat yang biasa dinisbahkan kepada beliau sebagaimana yang telah
kami sebutkan contohnya di atas, maka Al-Hafizh Ibnu Rajab Rahimahullah
berkata: "Akan tetapi Al-Muqri' Abul Hasan Asy-Syanthufi Al-Mishri
telah mengumpulkan berita-berita, dan keistimewaan Syaikh Abdul Qadir
Al-Jailany sebanyak tiga jilid. Ia telah menulis di dalamnya suatu
musibah, dan cukuplah seseorang itu dikatakan berdusta jika ia
menceritakan segala yang ia dengar. …. Di dalamnya terdapat keanehan,
malapetaka, pengakuan dusta, dan ucapan batil, yang tak bisa lagi
dihitung. Semua itu tak bisa dinisbahkan kepada Syaikh Abdul Qadir
Al-Jailany rahimahullah. Kemudian saya mendapatkan Al-Kamal Ja'far
Al-Adfawy telah menyebutkan bahwa Asy-Syanthufi sendiri tertuduh dusta
dalam berita yang ia riwayatkan dalam kitab ini.” (Lihat Dzail Thobaqot
Hanabilah (1/293) karya Ibnu Rajab.) Ibnu Katsir Rahimahullah
berkata: " Mereka telah menyebutkan dari beliau (Abdul Qadir
Al-Jailany) ucapan-ucapan, perbuatan-perbuatan, pengungkapan urusan
gaib, yang kebanyakannya adalah ghuluw (sikap berlebih-lebihan). Beliau
orangnya sholeh dan wara'. Beliau telah menulis kitab Al-Ghun-yah, dan
Futuh Al-Ghaib. Dalam kedua kitab ini terdapat beberapa perkara yang
baik, dan ia juga menyebutkan di dalamnya hadits-hadits dha'if, dan
palsu. Secara global, ia termasuk di antara pemimpin para masyayikh
(orang-orang yang berilmu)". (Lihat Al-Bidayah wa An-Nihayah (12/252)
oleh Ibnu Katsir)
Kesimpulannya: Asy-Syaikh Abdul Qadir
Al-Jailani adalah seorang ulama ahlussunnah wal jamaah, salafi.
Mempunyai karya-karya ilmiah di antaranya kitab Al-Ghun-yah dalam
masalah tauhid Al-Asma` wa Ash-Shifat, yang di dalamnya beliau
menjelaskan tentang akidah ahlussunnah. Sebagian ulama belakangan
menyebutkan bahwa memang beliau mempunyai beberapa karamah, hanya saja
sebagian orang-orang jahil lagi ghuluw kepada beliau terlalu
memperbesar-besar kejadiannya dan banyak menambah kisah-kisah palsu
lagi dusta lalu menyandarkannya kepada beliau -rahimahullah-. Wallahu a’lam bishshawab
[Ringkasan
dari muqaddimah tulisan Al-Ustadz Abu Faizah Abdul Qadir yang berjudul
Biografi Abdul Qadir Al-Jailani Sebuah sosok yang dikultuskan ahli
tasawwuf] http://al-atsariyyah.com/?p=405 |